Selasa, 14 Februari 2023
.n.
..
Minggu, 27 November 2022
se
Kamis, 27 Oktober 2022
jzx
Maafkan aku bila kau anggap aku menjauhi mu
Dan jangan pernah bertanya mengapa aku menjaga jarak dan diam..
Sebab sebenarnya aku pun tak menginginkan ini..
Jangan pernah mencemooh mengapa aku terus menghindar...
Sejatinya aku pun tak ingin menampilkan diri..
Aku sungguh terpaksa..
Aku pun sungguh terluka..
Namun aku tak pernah lupa untuk berdo’a..
Supaya mimpi hubungan ini menjadi nyata..
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Ada tangisan menyayat di atas senyuman ku kala kau hadir bawa undangab persandingan mu
Bagaikan sebilah pedang yang tajam dan terhujam di hati
Yang tak pernah dapat terlepas lagi
Hingga menusuk ke relung hati nurani
Dimana tempat namamu terbingkai
Ya, hanyalah serpihan rapuh yang dirasa hati ini
Teringat akan masa itu
Tak ada satu pun yang peduli
Sampai aku tak mampu satukan kepingan hati..
:::::::::::::;;;;;;;;;;;;:::::::::::::::;;;;;;;;;::::::::::
Tepat saat akan menginjakkan kaki di pinggir jln raya
Ada insan yang sedang merindu tampak menatap awan senja
Ia terlihat sangat tabah untuk menunggu isyarat yang entah
Namun ternyata itu salah …
Sebab, justru ia sedang tak sanggup untuk menahan rindu
Dengan begitu, aku senantiasa selalu mencurahkannya dalam aksara
Sedangkan untuk sementara pada keningnya
waktu membuatnya melukis kerut secara perlahan
Entahlah.. rumus apa yang bisa mempertemukan rasa rindu
Yang pasti kini aku blm tau d mana kamu
2005
:::::::::::::::;;;;;;;;;;;;;;;;:::::::::;;:;
Dikau tak akan bisa mengerti bagaimana kesepianku
menjalani hidup tanpa cinta
Dikau tak akan bisa mengerti dari rasa lukaku
Sebab cinta telah sembunyikan tajamnya
Ketika membayangkan wajahmu adalah siksa. Usaha melupakanmu hanyalah sia sia menambah perihnya
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan ku
Rindu ini telah menjadi racun bagi darahku.
Saat aku dalam pelukan kangen dan sepi
Diri ini ibarat
aku tungku tanpa api.
Selasa, 25 Oktober 2022
mmn
Tahukah Kamu angin badai yg kencang itu bisa apa?
Ya, dapat menghapus segala benih-benih cinta bersama serpihan rindunya….
Namun, ternyata tak denganku
Sebab, disini aku tetap merindukanmu yang jauh disana
Sehingga ku tak yakin, bila angin badai yg kencang itu dapat menghapus serpihan rindu ini
..........................63.....................
Aku hanya bisa menatap punggmu yg bertirai hijab
Lalu berkata, “Bertahanlah”
berapa lama lagi aku bisa bertahan?
Sebab semakin lama membuatku semakin sakit
Semakin sulit untuk ku sembunyikan
Layaknya ditarik hingga ke dasar samudera
Hingga nafasku pun habis sudah
Terpikir, untuk ku menyerah
Sebab seberapa pun besar usaha yang ku lakukan
Tetap dikau tak akan lagi memandang ku
Diriku layaknya udara
Yang ada namun tak dapat terlihat
==============63=========
Sik tak ngertenni
aku mur mencintai..
Nanging, awakmu awakmu amung nganggep kekancan
Sik tak rasakne
Ono getar ing jiwo..
Nanging, ngopo yo... awakmu ra ono sak itik wae roso ngono iku
Terus, opo kudu aku mbengok terus babagan roso iki?..
Utowo..
Tak pendem wae roso iki sak lawas e
:::::::::::::::::::::::::::::::::::: v :::;;;
Tentu engkau tau apa yang telah aku katakan?
Dengan sangat pongah aku berbicara akan kejujuran..
Padahal aku hanya menyimpan sejuta kebohongan..
Ku sembunyikan segala romansa dengan bidadariku..
Jadi, biarkanlah purnama yang kumiliki tertutup awan..
Sebab mengakuinya dengan mengundang amarah,
Menghujamkan luka, pada hati yg kesepian ini
Yang ku cinta..
sepi
Takdir memang tak bisa harus sesuai dengang diharapkan. Karna Cinta hanya ada dalam harapanku sendiri, bisa terwujut hanya dlm mimpi.. cinta hanya ada dalam hati, cinta bisa ku ungkap lewat bait kata ini
“Ketika senja mengabarkan datang nya malam dan malam menghadirkan dingin nya alam, bukan tentang kopi teman begadang, namun doa-doa sisa air mata.”
Aku masih terlalu egois untuk semuaini, aku hanyalah pecundang yg ingin hadir dlm hidupmu.... aku hantalah kuncup layu yang berharap mekar bersamamu... aku masih terlalu bocah untuk mengiringi langkahmu. Untuk menorekan tinta tinta perjalanan berikutnya, tentang kisah kisah barumu.”
“Yang lalu... ataupun kelak saya kira sama saja dengan saat ini. pedih dan riangnya menjadi syair ambigu, mentari di luar, mentari di dalam hati menyatu dalam kepiluan jiwaku
Seringkali ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena ini selesai kubaca. seringkali jebol bendungan air mataku tidak terlalu kuat lagi, meski hanya sekejap ku coba mengeja nya.
Aku terlalu lemah untuk ini , dan segala ruang pada akhirnya akan menemui sunyi dan kekosongannya sendiri. Begitu pun tempat yang kau namai hati
Diri cukup rela walau harus memandangimu walau tak kutemui sedikitpun ada sudut senyum di bibirmu. Aku masih sanggup jika harus berkali-kali ditampar oleh kata-kata dr pesan mu, yang tak pernah ada harapan untuk ku. Asal jangan menyuruhku untuk pergi tinggalkanmu dan jangan pernah kembali... aku tak mampu untuk itu.
Maafkan untuk setiap silap kata yang kuucap. Maafkan untuk setiap salah sikap yang kuperbuat. Kini, aku hanya ingin kelak kamu tau,Ada pengemis hati yang tak pernah tersantuni..
..............
............
Selamat tinggal insan yang kukagumi. entah kapan kita akan bersua lagi.. Aku akan berlayar di atas aliran air mataku. Semoga kau bahagia,menemukan insan yg lebih baik dan pantas untukmu
“Ada denting nada luka yang mengalun sepi di relung hati, bila ingatan akan dirimu hadir mengusik. Telah kucoba melangkah menjauh darimu, melupakan beningnya tatap bola matamu. Sayangnya, aku tak pernah bisa.”
:::::::::::::::::::;:;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
rogo iki koyo ws mati.. ora ono babar blas sik keri.... detik e wektu terus mlaku... lan roso perih e batin isih kroso.. 2 ati lan 2 rogo ws ora iso maneh temu , ngomong lan godo.. sak iki gari roso perih lan sesek ing dodo.. mergo awakmu ws ora iso tak sawang kanggo nambani roso kangen lan tresno