Senin, 05 Juni 2023

qolbu




Masa Muda
 - Kita punya waktu dan kekuatan tetapi tidak punya uang.

Masa Bekerja
 - Kita punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya waktu.

Masa Tua 
- Kita punya uang dan  waktu, tetapi tidak punya kekuatan lagi.

Manfaatkanlah hidup yang masih ada untuk memuliakan.

Dan hiduplah dengan sebaik-baiknya selagi kita masih bernafas.

Jangan terlena hanya untuk urusan dunia yang fana.

Pikirkan hidup yang lebih bermakna dan berguna untuk diri sendiri maupun orang lain.

Ada yang berusaha tetap tersenyum, dan terlihat baik-baik saja, meski ujian hidupnya begitu besar menimpa.

Begitu juga ia tetap tenang dan tak merasa bangga meski kebahagiaan hidupnya begitu banyak ia terima.

Maka salut, kepada orang yang ketika mendapat kesusahan dia mampu bersabar menyembunyikannya

Dan ketika bahagia dia pun tetap rendah hati tak mempublikasikannya

Karena dia tahu bahwa banyak hati yang harus di jaga, karena dia paham bahwa tidak semua orang seberuntung seperti dirinya.

Sebab itulah mengapa tidak semua kebahagiaan harus kita publikasikan, dan tidak pula semua kesedihan harus kita keluhkan.

Karena yang demikian dapat melatih diri untuk lebih ikhlas,menjaga perasaan orang lain.
tetap semangat selalu bersyukur dan bahagi

Selasa, 14 Februari 2023

.n.



Entahlah kian hari kian merana 
Kian melaju deras diatas rakit
Yang terhempas terombang-ambing di lautan 
Jiwa yang kosong
Terbawa arus badai kencang
Yang mendecak kian melamabungkan asa 
Sepi yang berlanjut
Menambah kesan kasmaran 
Di antara insan yang merana di buatnya
Api yang bergejolak
Menimbun keinginan arang yang menyimpan rindu
Sebelum ia menjadi abu 
Hujan yang jatuh
Meninggalkan jejak pelangi di cakrawala 
Membuat warna indah cemburu di balutnya 
Biru haru tetap kalbu
Meski keingin tahuan ini tabu 
Seandai putik telah tiba apa daya 
Rasa telah terpedaya .


..



Perasaan yang dulu terasa 
Kepekaan rasa sering menjelma
Tak bisa membuatmu membalas dengan rela 
Bahkan sebuah mimpipun pun hadir seakan terpaksa 
Dan itu semakin menambah luka 

Di saat aku berhenti mengejar sesuatu yang tak terkejar
Di kala aku sembunyikan diri dalam rindu yang tercemar  
Kau campuri hati ini dengan resah tak berdasar 
Meski kau tak pernah sadar
Hingga membenamkan arti sakit dan terkapar.. 

Perjalanan itu masih panjang 
Jika arah tuju menunjuk pada sebuah rentang 
Namun untuk apa arti berjuang 
Ketika yang tertinggal dalam benak hanya hilang.. 

Hingga akhirnya menyadarkan ku tentang kamu 
Yang pernah ku inginkan dalam setiap rindu 
Namun takkan pernah bisa tergapai oleh mau.. 

Dan inilah saatnya aku pergi menjauh darimu
Meninggalkan maaf tak terucap pilu 
Menjadikannya pelarian dari segala ratap kekecewaan ku..

Teruntuk kamu
Pemilik segala rindu namun tak terjangkau oleh mau.. 

Minggu, 27 November 2022

se


Kau tak tau bagaimana rasa itu datang.
Tertiba tanpa permisi.

Selayaknya aku tak ingin jiwa yang kelam merasuk menusuki hati.

Membiarkan mulut terekat menahan kata yang terucap oleh ku nanti.

Aku terdesak oleh ribuan virus virus yang menggerogoti sungguh pedih.

Aku sendiri meratapi diri yang semakin lemah dengan pikiran ku yang tak henti,

Kurangkum segala pedih dalam sebuah rindu.

Membawa ku kedalam kehangatan waktu yang tak berujung,

Dirundung duka bersama pilu,

Merindu tak selayaknya aku mengarungi jarak yang tak tentu kita tahu.

Merindu dengan suapan pesan canda yang sering kali kita kirimkan.

Aku rindu dan kau sungguh mengetahui.
Bahwa tak ada rindu yang tak menyiksa kalbu.

Kau datang tanpa syarat tanpa jemu.
Membuat luka semakin menganga tanpa ragu,,

Dan aku adalah sesosok yang telah lampau gandrungi jiwanya.

Dengan kata manis dengan puji dan harapmu.

Lagi lagi aku mencintaimu dibalik bayangan mu,

Jangankan untuk membersamai di depan mata mu.

Jarak ini tak semudah itu untuk bisa ku rengkuh.
Dan lagi lagi hanya ada kata yang tak berucap,,

Di penahkan dalam sebuah tajuk kertas putih tak bertuan,

Di bisikan dalam sebuah doa di sepertiga malam.

Inikah yang dinamakan rindu dalam kesendirian,

Tak ingin termakan salah dan amarah,

Hanya bisa membisu karena bukan seharusnya di kata,

Sebentar memang ada hal hal yang seharusnya,
Tak di biarkan menjadi sakit yang amat dalam,,

Cukupkan mencintai dalam diam.
hanya bertahan memendam rasa dalam perih.

seharusnya aku tak membiarkan diri ku dalam kosongnya angan angan.

Cukupkan cerita tentang seduh,
Yang akan ku rangkum dalam sebuah rindu.

Yang ku tutup dalam pengakhiran doa tanpa jemu.

Yang entah apakah akan menjadi sebuah titik temu..

Namun sekarang tentang rindu ini.
Ada hal yang harus  menjadi catatan bagiku.

Sebaik baiknya rindu  adalah yang seharusnya terucap pada NYA tempat ku mengadu ialah allah swt..


Kamis, 27 Oktober 2022

jzx



Maafkan aku bila kau anggap aku menjauhi mu

Dan jangan pernah bertanya mengapa aku menjaga jarak dan diam..

Sebab sebenarnya aku pun tak menginginkan ini..

Jangan pernah mencemooh mengapa aku terus menghindar...

Sejatinya aku pun tak ingin menampilkan diri..

Aku sungguh terpaksa..

Aku pun sungguh terluka..

Namun aku tak pernah lupa untuk berdo’a..

Supaya mimpi hubungan ini menjadi nyata..


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Ada tangisan menyayat di atas senyuman ku kala kau hadir bawa undangab persandingan mu

Bagaikan sebilah pedang yang tajam dan terhujam di hati

Yang tak pernah dapat terlepas lagi

Hingga menusuk ke relung hati nurani

Dimana tempat namamu terbingkai

Ya, hanyalah serpihan rapuh yang dirasa hati ini

Teringat akan masa itu

Tak ada satu pun yang peduli

Sampai aku tak mampu satukan kepingan hati..

:::::::::::::;;;;;;;;;;;;:::::::::::::::;;;;;;;;;::::::::::


Tepat saat akan menginjakkan kaki di pinggir jln raya

Ada insan yang sedang merindu tampak menatap awan senja

Ia terlihat sangat tabah untuk menunggu isyarat yang entah

Namun ternyata itu salah …

Sebab, justru ia sedang tak sanggup untuk menahan rindu

Dengan begitu, aku senantiasa selalu mencurahkannya dalam aksara

Sedangkan untuk sementara pada keningnya

waktu membuatnya melukis kerut secara perlahan

Entahlah.. rumus apa yang bisa mempertemukan rasa rindu

Yang pasti kini aku blm tau d mana kamu

2005

:::::::::::::::;;;;;;;;;;;;;;;;:::::::::;;:;


Dikau tak akan bisa mengerti bagaimana kesepianku
menjalani hidup tanpa cinta

Dikau tak akan bisa mengerti dari rasa lukaku
Sebab cinta telah sembunyikan tajamnya

Ketika membayangkan wajahmu adalah siksa. Usaha melupakanmu hanyalah sia sia menambah perihnya

Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan ku

Rindu ini telah menjadi racun bagi darahku.
Saat aku dalam pelukan kangen dan sepi

Diri ini ibarat
aku tungku tanpa api.

Selasa, 25 Oktober 2022

mmn



Tahukah Kamu angin badai yg kencang itu bisa apa?

Ya, dapat menghapus segala benih-benih cinta bersama serpihan rindunya….

Namun, ternyata tak denganku

Sebab, disini aku tetap merindukanmu yang jauh disana

Sehingga ku tak yakin, bila angin badai yg kencang itu dapat menghapus serpihan rindu ini

..........................63.....................


Aku hanya bisa menatap punggmu yg bertirai hijab

Lalu berkata, “Bertahanlah”

berapa lama lagi aku bisa bertahan?

Sebab semakin lama membuatku semakin sakit

Semakin sulit untuk ku sembunyikan

Layaknya ditarik hingga ke dasar samudera

Hingga nafasku pun habis sudah

 

Terpikir, untuk ku menyerah

Sebab seberapa pun besar usaha yang ku lakukan

Tetap dikau tak akan lagi memandang ku

Diriku layaknya udara

Yang ada namun tak dapat terlihat


==============63=========

Sik tak ngertenni

aku mur mencintai..

Nanging, awakmu awakmu amung nganggep kekancan

Sik tak rasakne

Ono getar ing jiwo..

Nanging, ngopo yo... awakmu  ra ono sak itik wae roso ngono iku

Terus, opo kudu aku  mbengok terus babagan roso iki?..

Utowo..

Tak pendem wae roso iki sak lawas e

:::::::::::::::::::::::::::::::::::: v  :::;;;


Tentu engkau tau apa yang telah aku katakan?

Dengan sangat pongah aku berbicara akan kejujuran..

Padahal aku hanya menyimpan sejuta kebohongan..

Ku sembunyikan segala romansa dengan bidadariku..

Jadi, biarkanlah purnama yang kumiliki tertutup awan..

Sebab mengakuinya dengan mengundang amarah,

Menghujamkan luka, pada hati yg kesepian ini 

Yang ku cinta..

sepi


Takdir memang tak bisa harus sesuai dengang  diharapkan. Karna Cinta hanya ada dalam harapanku sendiri, bisa terwujut hanya dlm mimpi.. cinta hanya ada dalam hati, cinta bisa ku ungkap lewat bait kata ini

“Ketika senja mengabarkan datang nya malam dan malam menghadirkan dingin nya alam, bukan tentang kopi teman begadang, namun doa-doa sisa air mata.”

Aku masih terlalu egois untuk semuaini, aku hanyalah pecundang yg ingin hadir dlm hidupmu.... aku hantalah kuncup layu yang berharap mekar bersamamu... aku masih terlalu bocah untuk mengiringi langkahmu. Untuk menorekan tinta tinta perjalanan berikutnya, tentang kisah kisah barumu.”

“Yang lalu... ataupun kelak saya kira sama saja dengan saat ini. pedih dan riangnya menjadi syair ambigu, mentari di luar, mentari di dalam hati menyatu dalam kepiluan jiwaku


Seringkali ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena ini selesai kubaca. seringkali jebol bendungan air mataku tidak terlalu kuat lagi, meski hanya sekejap ku coba mengeja nya.


Aku terlalu lemah untuk ini , dan segala ruang pada akhirnya akan menemui sunyi dan kekosongannya sendiri. Begitu pun tempat yang kau namai hati


Diri cukup rela walau harus memandangimu walau tak kutemui sedikitpun ada sudut senyum di bibirmu. Aku masih sanggup jika harus berkali-kali ditampar oleh kata-kata dr pesan mu, yang tak pernah ada harapan untuk ku. Asal jangan menyuruhku untuk pergi tinggalkanmu dan jangan pernah kembali... aku tak mampu untuk itu.


Maafkan untuk setiap silap kata yang kuucap. Maafkan untuk setiap salah sikap yang kuperbuat. Kini, aku hanya ingin kelak kamu tau,Ada pengemis hati yang tak pernah tersantuni.. 

..............



............


Selamat tinggal insan yang kukagumi. entah kapan kita akan bersua lagi.. Aku akan berlayar di atas aliran air mataku. Semoga kau bahagia,menemukan insan yg lebih baik dan pantas untukmu

“Ada denting nada luka yang mengalun sepi di relung hati, bila ingatan akan dirimu hadir mengusik. Telah kucoba melangkah menjauh darimu, melupakan beningnya tatap bola matamu. Sayangnya, aku tak pernah bisa.”


:::::::::::::::::::;:;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;


rogo iki koyo ws mati.. ora ono babar blas sik keri.... detik e wektu terus mlaku... lan roso perih e batin isih kroso.. 2 ati lan 2 rogo ws ora iso maneh temu , ngomong lan godo.. sak iki gari roso perih lan sesek ing dodo.. mergo awakmu ws ora iso tak sawang kanggo nambani roso kangen lan tresno