🌦️ Senyummu di Bawah Hujan Senja
Untukmu, perempuan yang membuat hujan terasa seperti puisi, dan senja terasa seperti tempat pulang.
Di bawah langit yang perlahan jingga, Kau berjalan menembus hujan dengan senyum yang merekah. Daun pisang menjadi payung sederhana, Namun entah mengapa, kaulah yang membuat dunia terasa istimewa.
Ada sesuatu dalam senyummu, Yang tak mampu dijelaskan oleh ribuan kata. Seperti hangatnya mentari di penghujung waktu, Yang diam-diam menyentuh hati tanpa meminta apa-apa.
Andai aku menjadi angin yang menyapamu, Ingin kusampaikan rindu yang lama membisu. Tentang hati yang berkali-kali menyebut namamu, Namun selalu kehilangan keberanian saat berhadapan denganmu.
Kau tahu, apa yang paling indah dari dirimu?
Bukan sekadar senyum yang menghiasi wajah, Bukan pula langkah ringan di jalanan yang basah. Melainkan caramu menghadirkan bahagia, Bahkan ketika langit sedang menumpahkan air mata.
Aku membayangkan berjalan di sampingmu, Menyusuri jalan kecil dengan hujan yang membasahi waktu. Tak perlu payung mewah, tak perlu kata-kata indah, Cukup kau bercerita, dan aku mendengarkan dengan hati yang pasrah.
Jika kakimu lelah, mari kita berhenti sejenak, Menikmati senja yang perlahan beranjak. Akan kuceritakan tentang mimpi-mimpi sederhana, Tentang ingin menua bersama seseorang yang kucinta.
Namun, jika namaku tak pernah menjadi bagian dari doamu, Aku tak ingin memaksa hatimu menerima rasaku. Sebab cinta bukan tentang menahan seseorang agar tetap di sisi, Melainkan tentang menghargai bahagianya, meski bukan kita yang menemani.
Meski begitu, izinkan aku menyimpan satu harapan, Bahwa suatu hari nanti, di antara sekian banyak pertemuan, Kau akan menoleh, tersenyum, lalu berkata perlahan, "Mengapa baru sekarang kita saling menemukan?"
Dan saat itu tiba, Aku ingin menjawab tanpa ragu dan tanpa berpura-pura:
"Karena selama ini aku mencari bukan sekadar seseorang untuk dicinta, Melainkan hati yang membuatku ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya."
Wahai perempuan di bawah hujan senja, Jika suatu hari kau membaca puisi ini, Ketahuilah, ada seseorang yang melihatmu bukan hanya dengan mata, Tetapi dengan hati yang diam-diam berharap bisa mengenalmu lebih jauh lagi.
Sebab bagiku, Kau bukan sekadar seseorang yang tersenyum di tengah hujan.
Kau adalah senja yang ingin kusambut, Hujan yang ingin kutemani, Dan sebuah nama yang ingin kusebut dalam doa, Tanpa pernah lelah berharap, semoga suatu hari nanti Allah mengizinkan kita bertemu bukan hanya untuk saling mengenal, Tetapi juga untuk saling menjaga. ❤️🌧️
