Sabtu, 31 Oktober 2026

Pagi


Pagi Itu, Saat Kau Berangkat Sekolah


Puisi romantis tentang senyum, perjalanan pagi, dan rindu yang diam-diam tumbuh.


Pagi masih menyimpan embun di ujung dedaunan, Matahari perlahan menyinari hamparan persawahan, Sebuah kendaraan kuning datang membawa harapan, Dan kau melangkah dengan senyum penuh keindahan.


Kerudung putih membingkai wajahmu yang berseri, Tas di bahumu menemani langkah pagi, Entah mengapa, saat kulihat kau tersenyum hari ini, Ada sesuatu di hati yang tak mampu kujelaskan lagi.


Mungkin bagimu itu hanyalah perjalanan biasa, Menuju sekolah, mengejar cita-cita, Namun bagiku, pagi itu terasa begitu istimewa, Karena sempat melihat senyummu sebelum kau pergi menjauh dari mata.


Andai aku bisa menjadi angin pagi, Yang menemanimu sepanjang perjalanan ini, Bukan untuk mengganggu langkahmu meraih mimpi, Hanya ingin menitipkan doa agar bahagia selalu menyertai.


Berangkatlah, wahai pemilik senyum pagi, Raihlah ilmu, gapailah mimpi setinggi mentari, Biarkan rasa ini kusimpan dalam diam dan sunyi, Sebab mengagumimu tak harus membuatmu mengerti.


Dan kelak, jika kita dipertemukan kembali, Mungkin bukan lagi di kendaraan kuning pagi itu, Aku hanya ingin menyapamu dengan sepenuh hati, "Selamat pagi, masihkah kau ingat senyum yang pernah membuat seseorang jatuh hati kepadamu?"


❤️ Ada pertemuan yang hanya berlangsung sesaat, tetapi kenangannya mampu tinggal jauh lebih lama

 daripada waktu.




Di antara hamparan sawah yang menghijau, Di bawah langit yang teduh membiru, Ada satu senyum yang diam-diam kurindu, Senyum sederhana yang mampu membuat hatiku terpaku.


Kau berdiri di samping kendaraan kuning itu, Dengan kerudung putih dan tas di bahumu, Entah berapa banyak mata yang mungkin melihatmu, Namun bagiku, hanya ada satu yang mencuri perhatianku.


Mungkin bagimu hari itu hanyalah hari biasa, Pulang dari sekolah, menjalani cerita yang sederhana, Namun bagiku, senyummu menyimpan sejuta makna, Seperti puisi indah yang tak selesai kubaca.


Andai waktu bisa berhenti sejenak, Ingin kusimpan senyummu dalam ingatan yang lekat, Bukan untuk memiliki dengan segala hasrat, Namun untuk mengagumi dengan hati yang tulus dan hangat.


Jika suatu esok kita kembali berjumpa, Di jalan yang sama, di bawah langit yang serupa, Izinkan aku menyapamu dengan sederhana, Sebab ada rindu yang tumbuh tanpa pernah kau tahu sebelumnya.


Dan jika kau bertanya, apa istimewanya dirimu?


Bukan karena kemewahan atau indahnya dunia, Bukan pula karena kata-kata yang pandai kurangkai menjadi cerita, Tetapi karena di antara begitu banyak wajah yang pernah kujumpa, Senyummu menjadi satu kenangan yang enggan hilang dari jiwa. ❤️