Rabu, 31 Desember 2025

ft


Di Balik Senyum yang Tenang

Di balik senyum yang tak pernah riuh,
ada pagi yang memilih menetap.
Wajahmu seperti doa
yang diam-diam menguatkan lelah.
Balutan putih di kepalamu
menjaga cahaya tetap suci,
seolah angin pun belajar sopan
saat melintas di dekatmu.
Tatapanmu bukan janji,
namun cukup untuk membuat harap
belajar menunggu dengan sabar.
Ada keteduhan yang tak memaksa,
namun ingin selalu didekati.
Kau duduk sederhana,
namun dunia terasa lebih rapi.
Seperti cinta yang tak berisik—
hadir,
dan membuat segalanya berarti.



Doa yang Menjelma Senyum

Wajahmu tenang seperti dzikir pagi,
tak banyak kata, namun menenteramkan hati.
Hijabmu bukan sekadar kain penutup,
ia adalah penjaga cahaya dan niat yang lurus.
Senyummu sederhana,
namun di dalamnya tersimpan syukur
atas takdir yang kau terima
dengan sabar dan iman.
Aku melihatmu seperti doa
yang berjalan perlahan,
mengajarkan bahwa cinta
tak selalu tentang memiliki,
tetapi tentang menjaga dalam ridha Ilahi.
Jika kelak namamu disebut dalam doaku,
bukan untuk memaksa takdir berpihak,
melainkan agar Allah
menjagamu dalam kebaikan,
di jalan yang paling Dia cintai.
Karena cinta yang paling indah
adalah yang tumbuh dalam taat,
diam-diam berharap,
dan sepenuhnya berserah.