Senin, 15 Juni 2026

KAU


Kau Pilihanku, Namun Bukan Takdir Untukku

Di antara jutaan wajah yang lalu-lalang,
namamulah yang selalu menetap di pelupuk mata.
Bukan karena kau paling sempurna,
melainkan karena hatiku memilihmu tanpa syarat.
Aku menanam harap di tanah yang sama,
menyiraminya dengan doa-doa yang tak pernah kau dengar.
Kupikir waktu akan berpihak,
namun ternyata ia hanya mengajariku cara merelakan.
Kau adalah pilihanku,
tetapi langit menulis kisah yang berbeda.
Tanganku menggenggam bayangmu erat,
sementara takdir perlahan melepaskan jemariku.
Aku belajar tersenyum di balik luka,
meski setiap tawa menyimpan gema tangis.
Sebab mencintaimu adalah musim
yang tak pernah benar-benar usai.
Jika suatu hari kau bertanya
mengapa aku memilih diam,
jawabannya sederhana:
aku lelah memperjuangkan seseorang
yang bahkan tak pernah ditakdirkan untuk pulang.
Kini biarlah rinduku menjadi hujan
yang jatuh tanpa meminta langit mengerti.
Dan biarlah cintaku menjadi doa
yang terbang tanpa berharap kembali.
Karena pada akhirnya,
kau tetaplah pilihanku—
namun bukan takdir untukku.